Janjiku Untukumu "Ibu"
Ibu… Mengapa belakangan
ini aku selalu ingin menulis semua tentangmu. Semua cerita tak habis tentangmu.
“Ibu” tetesan air mata ini selalu menghiasi pipiku, wajahku memerah ketika aku membicarakan sosok yang sempurna “IBU”.
Tak tertahan lagi air mata ini ia menetes begitu deras, berjatuhan hingga membasahi pipiku .
Ibuku ialah sosok perempuan sederhana, Ia mempunyai hati yang lembut, Ibu selalu memikirkan yang terbaik untukku, Ia tak pernah berhenti memikirkanku setiap saat.
Ibu, Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia. Setiap saat, tanpa terlewati sedetikpun
Buu..Tetap sehat yaaa,,, Aku ingin membuatmu bahagia.
Ibu aku lemah, tanpamu aku bukanlah apa-apa tanpamu
Ingin ku akhiri air mata ini dengan senyuman
Saat ini yang bisa ku lakukan hanya berdoa kepada sang Illahi agar aku bisa membahagiakanmu suatu saat nanti dengan caraku . Allah menjawab doaku dan berkata “Buktikan itu nak! Aku akan memberimu waktu dan kesempatan yang banyak. Manfaatkan semua fasilitas yang ku berikan padamu.
Allah, akan ku buktikan semua itu. Aku akan membahagiakan ibuku.
Mimpiku ialah melihat “Ibu” ku bahagia, “Ibu berada di dekatku setiap saat, saat aku lelah, aku langsung bisa memelukmu, ku cium tanganmu, ke dekap erat dan takkan ku lepaskan.
Allah, mengapa “Ibu” ku semakin hari semakin menua, detik demi detik berjalan tak bisa terlewatkan. Ingin rasanya aku memutar waktu kembali, agar “Ibu” ku tetap muda dan kuat.
Bu…Aku menyadari perputuran waktu ini, sabarlah mu, tetap sehat ya bu, jaga dirimu baik-baik. Tunggu aku sebentarr lagi aku akan membuatmu bahagia dan duduk manis di tengah kedamaian dunia.
LOVE U MOM.
Depok, 09 Juni 2015
Rani Haulya Andri
Tak tertahan lagi air mata ini ia menetes begitu deras, berjatuhan hingga membasahi pipiku .
Ibuku ialah sosok perempuan sederhana, Ia mempunyai hati yang lembut, Ibu selalu memikirkan yang terbaik untukku, Ia tak pernah berhenti memikirkanku setiap saat.
Ibu, Aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia. Setiap saat, tanpa terlewati sedetikpun
Buu..Tetap sehat yaaa,,, Aku ingin membuatmu bahagia.
Ibu aku lemah, tanpamu aku bukanlah apa-apa tanpamu
Ingin ku akhiri air mata ini dengan senyuman
Saat ini yang bisa ku lakukan hanya berdoa kepada sang Illahi agar aku bisa membahagiakanmu suatu saat nanti dengan caraku . Allah menjawab doaku dan berkata “Buktikan itu nak! Aku akan memberimu waktu dan kesempatan yang banyak. Manfaatkan semua fasilitas yang ku berikan padamu.
Allah, akan ku buktikan semua itu. Aku akan membahagiakan ibuku.
Mimpiku ialah melihat “Ibu” ku bahagia, “Ibu berada di dekatku setiap saat, saat aku lelah, aku langsung bisa memelukmu, ku cium tanganmu, ke dekap erat dan takkan ku lepaskan.
Allah, mengapa “Ibu” ku semakin hari semakin menua, detik demi detik berjalan tak bisa terlewatkan. Ingin rasanya aku memutar waktu kembali, agar “Ibu” ku tetap muda dan kuat.
Bu…Aku menyadari perputuran waktu ini, sabarlah mu, tetap sehat ya bu, jaga dirimu baik-baik. Tunggu aku sebentarr lagi aku akan membuatmu bahagia dan duduk manis di tengah kedamaian dunia.
LOVE U MOM.
Depok, 09 Juni 2015
Kerinduan Pada Sang Illahi
Kerinduan Pada Sang Illahi
Bukanlah sebuah keindahan semu yang ku inginkan
Bukanlah harta yang berlimpah yang ku pinta
Bukanlah martabat yang tinggi yang ku mau
Bukan juga sebuah istana mewah yang ku harapku
#Bukan kemewahan
Yang aku butuhkan hanya satu tempat
Tempat yang bisa menerima hinaku
Tempat yang membuatku ingat akan dosaku
Tempat yang membuatku untuk selalu mengingat-Mu
Di sisi Mu
Aku merasa nyaman
Aku merasa tentram
Aku merasa damai
Aku merasakan kebahagiaan
yang tak pernah ku rasakan sebelumnya
Tempat terindah hanya bersama-Mu
Tempat terbaik hanya milik-Mu
Tempat itu bisa menerima kekotoranku
Tempat itu bisa menerima kehinaanku
Tempat itu bisa menerima segala kekuranganku
Tempat itu hanya bersama-Mu
Bahagia tak bertepi
Senang tiada tara
Tenang dan tentram
Damai bersama-Mu
Kepalsuanpun takku temukan
Allah...
ALLAH
Allah..
Aku mencintai-Mu
Jiwa-jiwa yang hidup
Jiwa-jiwa yang mati
Merindukan-Mu
Bersujud aku kepada-Mu
Lewat sajadah ini
Aku merindukan-Mu dalam setiap sujudku
Harapanku hanya satu
Terimalah aku di tempat yang hanya milik-Mu
Depok, 07 Juni 2015
Rani Haulya Andri
Selamat ulang tahun Sahabat
Ini hari
dimana engkau dilahirkan kedunia
SELAMAT
ULANG TAHUN
SAHABAT
Rentang
waktu terkadang membuat kita lupa
Bahwa
kita telah banyak melanggar titah yang Maha Kuasa
Rentang
waktu yang memisahkan kita
Membuat
kita sadar
Jika kita
telah beranjak dewasa
Rentang
waktu membuat kita sadar
Bahwa
kita hanya manusia biasa
Yang tak
punya apa-apa
Selain
jasad yang tak berguna
Rentang
waktu membuat kita sadar
Bahwa
Tuhan tidak melihat rupa
Bahwa
Tuhan tidak melihat harta
Bahwa
Tuhan tidak melihat tahta
Tuhan
hanya melihat yaitu
HATI
Seorang
ilmuan yang bernama Albert Einstein berkata
“Rentang
waktu itu berbeda, tergantung pada keadaan kita berada”
Hasan
Al-Bana juga berkata tentang waktu
“Waktu
adalah pedang, potong atau terpotong”
Tapi
Tuhan berkata lain,
“Hanya
aku yang tau umur manusia”
“Hanya
aku yang tau apa yang akan terjadi di hari esok”
Waktu….
Alan
terus menari dalam simfoninya
Hingga
umur manusia di dikte olehnya
Cepatnya
sang waktu itu berlalu
Hingga
aku tak mampu untuk mengejarnya
Aku tak
mampu mengandalikannya
Aku tak
mampu memperlambat lajunya
Teng,,,,Teng..
Genap
sehari setelah engkau berusia 21 tahun
Engkau
semakin dewasa
Pahit
manis kita lalui dalam perjalanan panjang
Semoga
menjadi amal jariyyah yang terus mengalir
Keberkahan
terus mengalir
2016
WISUDA
Doaku terkhususku
untukmu
Semoga
engkau selalu berada di dalam penjaga-Nya
Maaf jika
hanya rangkaian kata-kata konyol ini yang ku kirim sebagai penganti hadirnya
diriku dalam hari bahagiamu
Depok, 08 Juni 2015
Rani Haulya Andri
Depok, 08 Juni 2015
Rani Haulya Andri
IBU
Doamu Ibu
Dahinya adalah jejak
sujud panjang
matanya adalah penerang
jalanku
kata-katanya adalah
semangatku
Tangannya adalah
kelembutan dunia
kakinya adalah keridhoan
langkahku
melintasi perjalanan
waktu yang panjang
dan pahit
air matapun selalu
menetes dari pelopak matanya
Menanggung beban yang
begitu berat
Setiap hari, setiap jam,
setiap menit, setiap detik
selalu memikirkanku
IBU
Engkau memilih jalan yang
sunyi
ditengah hiruk piruknya
kota ini
tersenyum di malam sunyi
bersama bintang
menjerit saat raja
kegelapan berkuasa
anakmu hanya itu yang ada dihatimu
memilih menanggung semua
kegelisahan dan kepedihan
demi sebuah doa yang
bukan untuk dirinya.
Depok, 08
Juni 2015
Rani
Haulya Andri Just For My MoM


