Karl Heinrich Marx

Karl Heinrich Marx.  lahir di wilayah Rhineland Jerman, 5 Mei 1818  dan wafat 18 Maret 1883  mendan berasal dari keluarga menengah. Karl Marx menerima pendidikan di Universitas Bonn, Berlin, Jena dari beberapa Universitas itu ia lahir menjadi seorang filsuf, penulis, ahli teori sosial, dan seorang ekonom terkenal diantara banyak pemikir sosialis  Marx lah yang dianggap paling mempunyai pengaruh bahkan ia dikenal sebagai pengkonsep utama sistem sosial berbasisikan sosialisme komunisme. 
Dasar pemikiran karl marx bermula dari situasi kapitalis yang telah menghapuskan kebebasan manusia. Marx membangun konsep pemikiran tentang sosialisme yang merupakan jalan melawan kapitalis dengan mengembalikan kebebasan manusia. Sistem kapitalis adalah sebuah masalah bagi Marx dengan kondisi pekerja pada saat itu sangat memprihatinkan dengan upah buruh yang amat rendah bahkan dipandang tidak manusiawi. Hadirnya teknologi seakan menjadi penyingkiran terhadap tenaga buruh seakan-akan pabrik tidak membutuhkan tenaga buruh tapi buruhlah yang membutuhkan pabrik untuk bekerja. 
Menurut marx pertumbuhan ekonomi melalui lima tahap yaitu:
1. Sosialis (unisoviet)
2. Perbudakan 
3. Masyarakat feodal
4. Masyarakat kapitalis
5. Masyarakat komunal modern

Sehingga munculah kepentingan yang sama antar kelompok yang membuat suatu perubahan sosial.

Teori Karl Marx 
Teori pertentangan kelas. Segala masyarakat sampai saat ini selalu menghadapi pertentangan kelas ada tuan tanah dan majikan dan buruh. Kelas yang lebih bawah selalu berusaha dan meningkatkan status kesejahteraan. Kaum proretar akan bangkir melawan borjuis.

Teori surplus value dan penindasan buruh. Nilai suatu barang harus sama dengan biaya-biaya untuk menghasilakan barang-barang tersebur yang didalammnya sudah termasuk berupa upah. Upah yang diterima oleh buruh hanya cukup untuk melengkapi kebutuhan hidup  hanya pokok. Padahal nilai dari hasil kerja buruh lebih dari apa yang mereka terima. Atas kelebihan ini yang tidak sesuai ini disebut oleh marx adalah surplus value dan dinikmati oleh pemilik modal sehingga menyebabkan penindasan buruh yang menyebabkan kesewenangan-wenangan. Semakin besar nilai surplus semakin banyak yang dinikmati pemilik modal menurut marx ini merupakan semakin besar eksploitassi pemilik modal atas buruh.


Kelebihan pemikiran marx
 - Marx dpat mengklasifikasi kelas kelas sosial dalam masyarakat
 - Membahas apek yang terdapat pada fenomena konflik mulai dari penyebab konfilik sampai pasca konflik 
 - Kekuatan teori dalam menganalisis dan menguraikan penyebab pertentangan kelas

Kekurangan Pemikiran Marx
 - Tidak mampu melihat konflik lebih detail 
 - Analisiis dalam memandang konflik terlalu simpel
 - Keyakinan akan terciptanya kesadaran kolektif atau kesadaaran kelas dalam buruh yang permanen

M. Umer Chapra

M. Umer Chapra (1 Februari 1933, Bombay India) adalah salah satu ekonom kontemporer Muslim yang paling terkenal pada zaman modern ini di timur dan barat. Ayahnya bernama Abdul Karim Chapra. Umer Chapra dilahirkan dalam keluarga yang taat beragama, sehingga ia tumbuh menjadi sosok yang mempunyai karakter yang baik.  Masa kecilnya ia habiskan di tanah kelahirannya hingga berumur 15 tahun. Kemudian ia pindah ke Karachi untuk meneruskan pendidikannya disana sampai meraih gelar Ph.D dari Universitas Minnesota. 

Dalam karir akademiknya DR. M. Umer Chapra mengawalinya ketika mendapatkan medali emas dari Universitas Sindh pada tahun 1950 dengan prestasi yang diraihnya sebagai urutan pertama dalm ujian masuk dari 25.000 mahasiswa. Akademisnya berada pada tingkat tertinggi ketika meraih gelar doktoralnya di Minnesota, Minneapolis. Pembimbingnya, Prof. Harlan Smith, memuji bahwa Umer Chapra adalah seorang yang baik hati, mempunyai karakter yang baik dan kecemerlangan akademis. Menurut Profesor ini, Umer Chapra adalah orang yang terbaik yang pernah dikenalnya di seluruh fakultas.

DR. Umer Chapra terlibat dalam berbagai organisasi dan pusat penelitian yang berkonsentrasi pada bidang Ekonomi Islam. Saat ini dia menjadi penasehat pada Islamic Research and Training Institute (IRTI) dari IDB Jeddah. Beliau sangat berperan dalam perkembangan ekonomi Islam. Ide-ide cemerlangnya banyak tertuang dalam karangan-karangannya berkat pengabdiannya ini beliau mendapatkan penghargaan dari Islamic Development Bank dan meraih penghargaan King Faisal International Award yang diperoleh pada tahun 1989. 

Umar Chapra menerbitkan 11 buku, 60 karya ilmiah dan 9 resensi buku, belum artikel lepas di berbagai jurnal dan media massa. Buku dan karya ilmiahnya banyak diterjemahkan dalam berbagai bahasa termasuk juga bahasa Indonesia. 

Buku pertamanya, Towards a Just Monetary System, Dikatakan oleh Profesor Rodney Wilson dari Universitas Durham, Inggris, sebagai “Presentasi terbaik terhadap teori moneter Islam sampai saat ini” dalam Bulletin of the British Society for Middle Eastern Studies. Buku ini adalah salah satu fondasi intelektual dalam subjek ekonomi islam dan pemikiran ekonomi Muslim modern sehingga buku ini menjadi buku teks di sejumlah universitas dalam subjek tersebut.
Buku keduanya, Islam and the Economic Challenge, di deklarasikan oleh ekonom besar Amerika, Profesor Kenneth Boulding, dalam resensi pre-publikasinya, sebagai analisis brilian dalam kebaikan serta kecacatan kapitalisme, sosialisme, dan negara maju serta merupakan kontribusi penting dalam pemahaman Islam bagi kaum Muslim maupun non-Muslim. Buku ini telah diresensikan dalam berbagai jurnal ekonomi barat. Profesor Louis Baeck, meresensikan buku ini di dalam Economic Journal dari Royal Economic Society dan berkata: “ Buku ini telah ditulis dengan sangat baik dan menawarkan keseimbangan literatur sintesis dalam ekonomi islam kontemporer.

Menurut Umer Chapra, ilmu ekonomi konvensional yang selama ini mendominasi pemikiran ilmu ekonomi modern telah menjadi disiplin ilmu yang sangat maju, bahkan terdepan. Berbeda dengan ilmu ekonomi Islam karena baru menikmati kebangkitannya pada tiga atau empat dekade terakhir yang telah mengalami tidur panjang pada beberapa abad yang lalu. Umer Chapra merumuskan sistem ekonomi yang berbeda dengan sistem-sistem yang berlaku. Ia memiliki akar dalam syariah yang menjadi sumber pandangan dunia, sekaligus tujuan-tujuan dan strateginya.

Berkaitan dengan sistem moneter, Umar Chapra berpendapat dalam perekonomian Islam, permintaan terhadap uang lahir terutama motif transaksi dan tindakan berjaga-jaga. Ciri utama yang dikemukakan Umar Chapra tentang sistem moneter islam adalah penyebaran tanggung jawab kesejahteraan sosial dan ketentuan agama keseluruh tingkat sistem keuangan, dari mulai bank sentral sampai fungsi objektif dari agen keuangan Islam.
Untuk menjamin bahwa pertumbuhan moneter "mencukupi" dan tidak "berlebihan", pemerintah perlu memonitor secara hati-hati tiga sumber untuk ekspansi moneter. Dua diantaranya adalah domestik. Pertama, membiaya defisit anggaran pemerintah dengan meminjam dari bank sentral. Kedua, ekspansi deposito melalui penciptaan kredit pada bank-bank komersial. Ketiga, bersifat eksternal, yaitu "menguangkan" surplus neraca pembayaran luar negeri. 

Ikan Empang Untuk Juleha


Oleh: Gelas_Kaca


Ikan ini tak datang dari laut asin
Melainkan dari empang samping rumah
Ku bersihkan sisiknya dari lumpur
Ku kirim lewat pos untukmu

Ikan  itu akan sampai di pintu rumahmu besok
Jangan lupa kau masukan ia ke dalam minyak panas
Sebab ia kedinginan di rumah si tukang pos

Juleha, ku beritahu padamu

Meski hidupnya di penuhi lumpur
Tapi dagingnya lebih nikmat dari ikan laut asin
Makan dan nikmatilah

Ruang bisu,2017

Bersyukur tanpa syarat

Bersyukur atas nikmat sehat

Kadang hal yang sangat kecil sekalipun bisa membuat kita banyak bersyukur. Contoh saja bangun pagi, bisa menghirup udara segar, melihat orang yang dicinta, serta menuntaskan pekerjaan. Tanpa kita sadari hal kecil ini seperti inilah yang membantu kita untuk berbuat banyak hal dalam kehidupan. Bayangkan saja saat bangun tidur badan terasa sakit dan beberapa anggota tubuh bekerja sesuai fungsinya. Secara otomatis hal-hal yang telah terencana dengan rapi akan berantakan dan tidak terlaksana dengan semestinya. 
Makna kata Syukur dalam KBBI adalah rasa terima kasih kepada Allah SWT.  Sedangkan menurut bahasa syukur dalam kitab As Shahhah Fil Lughah Karya Al Jauhari  adalah pujian bagi orang yang memberikan kebaikan, atas kebaikannya tersebut.” 
Dalam buku Syamsl Rijal Hamid yang berjudul “Buku Pintar Hadist Edisi Revisi.” Bersyukur atas segala nikmat Allah SWT ini disampaikan oleh Ibnu Amr ra bahwa Rasulullah SAW bersabda.” Ada dua watak yang apabila kedua terdapat dalam diri seseorang, maka Allah mencatatnya sebagai orang yang sabar dan bersyukur. Yakni seseorang yang jika melihat lebih pintar atas dirinya dalam masalah agama ia mengikutinya.  Dan jika melihat orang lain lebih sulit dari dirinya, lalu ia memuji Allah SWT atas karunia yang diterimanya. Orang seperti inilah yang dicatat oleh Allah SWT sebagai orang yang bersabar dan bersyukur.” (HR. Tirmidzi) 

Rasa syukur datang dari hal-hal kecil yang terlihat oleh mata secara tak sengaja.

Semakin kesini rasanya semakin melelahkan, rutinitas yang dijalani hanya bergulat itu itu saja. Bangun pagi, mandi,  sarapan kemudian mengejar kendaraan umum dan berteman dengan kemacetan ibu kota yang membuat pagi semakin melelahkan untuk di nikmati. Di sela-sela macet terlihat mereka yang dengan semangat menjual tisu, air minum dan lainnya. Ada juga beberapa wajah lusuh menadahkan tangan kepada pengendara yang berhenti di lampu merah. Kadang terbesit dalam hati “Alhamdulillah aku tidak sesulit itu.” Rasa syukur datang dari hal-hal kecil yang terlihat oleh mata secara tak sengaja. Beberapa kejadian yang mungkin membuat kita melalukan perbandingan diri dengan orang lain bisa menghasilkan energi yang positif.
Ada sebuah kisah nyata yang diceritakan Ibn Katsir dalam kitab tafsirnya yang mengutip riwayat dari Imam Ahmad al-Musnad. Di zaman Rasulullah SAW ada seorang pengemis yang diberi sebutir kurma ole Nabi Muhammad SAW, akan tetapi pengemis menolak karena merasa pemberiannya hanya sebutir biji kurma. Kemudian datang seorang pengemis lainnya dan Nabi Muhammad SAW tetap memberikan sebutir biji kurma. Pengemis ini mengucapkan terima kasih dan bersyukur atas pemberian nabi tersebut.  Mendengar rasa syukur dari pengemis itu Nabi Muhammad SAW pun menanbah 40 dirham lagi untuknya. 

Bersyukurlah tanpa syarat apapun

Rasa syukur adalah rasa terima kasih atas apa yang telah kita dapatkan dan tidak terfokus kepada diri sendiri  melainkan juga kepada orang sekitar. Salah satu pekerjaan yang bisa membuat diri sendiri dan orang lain tersenyum adalah dengan bersyukur.  Berterima kasih karena telah mendapatkan hal yang berharga ataupun hal yang tidak berharga sekalipun.  Bersyukur dalam setiap keadaan membuat hati menjadi tenang. Bersyukurlah karena masih memakan nasi tiga kali sehari, beryukurlah kamu masih bisa tertidur diatas kasur empuk, bersyukurlah pakaianmu  masih bisa diganti setiap harinya. Bersyukur karena masih bersama mereka yang menyayangi dan kamu sayangi. Bersyukur atas semua keterbatasanmu karenanya kamu diberi kesempatan untuk berkembang dan siap menghadapi tantangan baru dalam hidup. Bersyukur bahwa kamu belum bisa memiliki segala yang kami inginkan karena itu kamu belajar untuk bekerja keras dan memilih hal-hal yang hanya sekedar ingin atau memang butuh. Bersyukrlah untuk segala hal yang tejadi dalam hidupmu karena tanpa sengaja hal-hal tersebut membuat kita belajar dan mengerti akan hal baru lainnya. Bersyukurlah tanpa syarat apapun maka kamu akan menemukan kebahagiaan disana. 

Depok, 2020


Peron Tiga




Peron  Tiga

Untuk pertama kalinya aku menunggu kedatangan kereta tengah malam dan menyaksikan pemandangan malam di stasiun. Aroma malam pekat semakin menusuk tubuhku yang larut dalam penantian. Bising suara jangkrik dan hentak kaki penjaga stasiun yang mondar-mandir menjadi hiburanku.
Malam itu aku memutuskan untuk duduk di bangku tunggu peron satu sambil membaca novel Lalita dari Ayu Utami. Larut dalam hening malam dan bisikan angin yang sepoi membuatku semakin menikmati penantian ini. Seketika itu tiba-tiba saja aku melihat dari seberang peron tiga ada seorang wanita yang duduk sambil melambaikan tangan kepadaku seakan memberi isyarat untuk menyuruhku menghampirinya. Tanpa berpikir panjang aku langsung berjalan menujunya.
Sesampainya di dekat wanita itu aku tersenyum kepadanya dan duduk di sampingnya.
“Kamu menunggu siapa?” sapa ku Dia menatapku dan tersenyum

“Menunggu teman atau siapa? Aku sedang menunggu adikku. Ini perta ma kalinya aku menunggu kereta luar kota tengah malam di stasiun ini. Ternyata warna malam yang pekat ini mampu menghipnotisku untuk betah berlama- lama menunggunya. Bagaimana denganmu?” ucapku sambil membalas senyumnya
Lagi,,lagii wanita ini hanya diam dan menatapku sambil sesekali melempar senyum padaku. Aku sempat dibuatnya kebingungan dia tak menjawab semua pertayaanku hingga akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan membaca novel dan memilih tetap duduk di dekatnya.
Sambil membaca novel sesekali dia menatapku dengan tatapan dalam dan itu membuat ku risih.



“Ah, ya sudahlah aku abaikan saja wanita ini. Dia aneh ku tanya tak dijawab tapi selalu menatapku dan tersenyum.” Gerutu ku di hati.
Aku larut dalam novel Lalita dan mengabaikan wanita yang duduk disebelahku. Aku menganggapnya tak waras karena selalu melemparkan senyum padaku  tapi tak mau di ajak bicara. Aku ajak bicara juga tak pernah di jawab hanya membuat kesal saja.
###

Sudah hampir tiga jam aku menunggu kedatangan adikku di stasiun ini. Namun keretanya tak kunjung datang. Aku mulai gelisah dan berpikiran yang tidak-tidak.
Astagfirullah.” Ucapku sambil mengelus dada

Pikiran jelek mulai menghantuiku. Tidak aku tak boleh berpikiran seperti ini. Adikku sebentar lagi akan sampai. Aku menatap pada wanita di sampingku nampaknya dia santai saja tak khawatir sedikitpun berbeda denganku yang mulai gelisah.
“Kamu menunggu siapa Mba? Kenapa dari tadi pertanyaanku tak dijawab.” Ucapku kembali memecahkan keheningan dan membuka kembali pembicaraan yang memang belum sempat terbangun antara kami.
Kali ini dia kembali menatapku dan tersenyum. Ah, perasaan ku mulai tak enak. Wanita ini bisu atau bagaimana pikiran yang tidak-tidak tentang wanita ini mulai menghampiriku.
“Menunggu keluargaku.” Jawab wanita itu singkat “Akhirnya dia berbicara juga.” Lirihku dalam hati
“Oh begitu, aku menunggu adikku. Kamu menunggu kereta darimana?” sambungku
Kembali ia melemparkan senyum dan tak memperdulikan pertanyaanku.  Ah, lagi lagi dia membuatku kesal pertanyaaku di abaikannya lagi. Karena gelisah sudah



berjam-jam menunggu. Aku memutuskan untuk meninggalkan wanita itu dan menghampiri petugas stasiun
“Pak kedatangan kereta dari Yogyakarta jam berapa yah? Saya melihat jadwal kedatangannya jam 23.15 Wib tapi sudah jam segini belum juga sampai.” Tanyaku pada petugas loket kereta luar kota
“Maaf Mba, keretanya mengalami keterlambatan mungkin akan sampai sekitar satu jam lagi.” Jawab petugas loket
“Baiklah pak.” Jawabku kesal

Berjam-jam menunggu di sini membuatku bosan. Aku memutuskan  untuk masuk ke Indomaret dan memb eli cemilan. Kemudian kembali duduk di bangku tunggu peron satu. Aku tak ingin kembali ke tempat wanita itu. Dia hanya membuatku kesal saja.
Wanita itu kembali melambaikan tangannya ke arahku. Tapi kali ini aku mengabaikannya. Cukup sudah dia membuatku kesal lebih baik aku menunggu di sini saja sambil membaca novel dan menikmati cemilan.
###

Grit grit griiiiiiit suara pluit kereta dari kejauhan membangunkan ku yang mulai larut dalam mimpi indah bersama lalita yang membangun peradaban jagad di Nusantara. Segera aku berlari menuju peron tiga tepat di mana kereta itu berhenti.

Ku pandangi satu per satu wajah yang turun dari kereta tapi tak ku temukan wajah adikku. Apa aku mulai tak mengenali wajahnya, enam tahun sudah kami tak bertemu. Semenjak ayah dan ibu memutuskan untuk berpisah. Aku yang memutuskan untuk tinggal bersama ayah di Jakarta dan dia memutuskan untuk tinggal bersama Ibu di Yogyakarta. Saat kami berpisah adikku baru tamat SD dia masih sangat kecil untuk menjadi korban pertikaian antara ayah dan ibu.





Hampir tiga puluh menit aku mondar- mandir di stasiun untuk mencarinya tapi sungguh aku tak dapat mengenali wajah adikku sendiri. Rasa bersalah perlahan menghampiri.

“Kakak macam apa aku ini,  wajah adik sendiripun tak dapat ku kenali.” Bentakku keras hingga membuat penjaga stasiun kaget.

Perlahan stasiun mulai sepi dan aku masih belum menemukan adikku. Rasanya tak ingin ku langkahkan kaki ini pulang. Ayah pasti akan menanyakan di mana Ira. Mengapa aku pulang bersamanya. Ayah sudah teramat rindu dengan anak bungsunya itu.

Aku menghempaskan badan ke tiang yang ada di peron tiga. Rasa bersalah nampak jelas di wajahku. Tiba-tiba saja aku di kagetkan oleh seorang perempuan yang tiba-tiba saja ada di depanku. Dia tersenyum dan menatapku dengan wajah riang. Dia wanita yang tadi aku ajak bicara di bangku tuggu peron tiga. Ternyata dia belum pulang.
“Mba, kamu menunggu siapa? Kenapa belum pulang juga?”  Ucapku padanya Dia hanya tersenyum dan kali ini senyumnya seakan mendamaikanku.
“Jangan senyum-senyum saja mba, Ini sudah larut tidak baik sendirian malam hari dan di tempat terbuka seperti ini.”
“Kamu menunggu siapa? Kenapa belum pulang? Bukankah kereta terakhir telah datang.” Ucapnya padaku
“Aku menunggu adikku. Bodohnya aku tidak mengenali wajahnya sehingga aku kesulitan untuk menemukannya. Kamu sendiri menunggu siapa.?”
“Aku menunggu keluargaku.” Jawabnya singkat
“Lalu mana keluargamu? Bukankah kereta terkhir telah datang.”
Dia hanya tersenyum dan memelukku. Seketika aku kaget pelukkannya sungguh erat hingga membuatku sulit untuk bernapas.
“Siapa wanita ini? Apa dia adikku.” Lirihku di hati.


“Maaf kamu siapa mba? Apa kamu Ira adik yang ku tunggu dari tadi?”
Dia terseyum dan memberiku satu buah photo usang.  Sontak air mataku menghujan melihatnya. Photo itu adalah photo keluarga kami lengkap dengan ibu dan ayah saat kami masih kecil. Aku memeluk Ira dengan pelukkan hangat layaknya seorang kakak yang teramat merindukan adikknya karena sudah lama tidak bertemu. Disini di Peron tiga stasiun Jatinegara untuk pertama kalinya aku bertemu perempuan asing yang ternyata adik yang kutunggu. 

Sajak Sakit Gigi


Aku ingin
Menguras seluruh tabah
pada sekujur tubuh dalam-dalam
dan menghabisimu pada nafasku yang ngilu.
Aku ingin bernyanyi dengan mulutku yang melengkung seperti bulan sabit malam ini.
Aku ingin mengadu pada cuaca yang remang di sepanjang jalan
Ada setumpuk gundah di mulutku ketika  gusi-gusi mengeram, menjerit, menumpuk kecewa.
Ketika hening tak lagi peduli akan kegaduhan yang ku rasa.
Aku ingin bercumbu dengan gigi-gigiku yang lelah termakan ambisi.

Bogor, 2019

Tentang aku dan kamu yang pernah menjadi kita

Aku lebih memilih pergi daripada terus berada disampingmu sedang kau mencintaiku hanya dalam ke pura-puraan.

Bagiku menerima sebuah kejujuran yang menyakitkan jauh lebih menenangkan daripada dibahagiakan dengan berlipat kebohongan.

Aku ingin bercerita sejenak tentang aku dan kamu yang sempat menjadi kita.
Kita yah mungkin kau dan aku canggung dengan kata itu.
kata yang dulunya sempat membuat raga ini bergerak melawan panas terik matahari dan menerjang hujan yang membuat sekujur tubuh ini basah.
demi meja yang menanti di sebuah cafe itu.

Saat aku dan kamu duduk berhadapan di meja yang sama dengan dua cangkir kopi pahit dan ditemani sebuah buku yang berisikan tentang revolusi. Begitu banyak buku-buku yang kau bawakan untukku katanya agar kita bisa bertukar pikiran.
Agar kita bisa saling berbagi cerita.
Agar kita bisa blablablablablablaa lainnya...
Hahahaa. Sungguh lucu hari-hari itu.

Hari-hari yang kita lewati dengan senyum tanpa setetes air mata.
oh bahagianya aku

Hingga sampai pada akhirnya aku dan kamu tersadar bahwa kita berada ditengah kebohongan yang menina bobokan hati.
Ternyata semua yang kita telah lewati hanyalah sebuah kebohongan.
Yah kebohongan yang kau dan aku buat untuk menghibur masing-masing hati tanpa tersadar ada ruang di hati yang tersakiti.

- Copyright © Gelas Kaca - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -