Segala – galanya Ambyar (Everything Is F*cked)

#membacakritis
  • Judul: Segala – galanya Ambyar (Everything Is F*cked)
  • Genre: Self Improvement
  • Penulis: Mark Manson
  • Penerjemah: Adinto F. Susanto
  • Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia
  • Tahun Terbit: 17 Februari 2020
  • Jumlah Halaman: 366 halaman
  • ISBN: 9786020522838 

Kisah Witold Pilecki  yang memilih untuk menyusup ke Auschwitz yang sangat berbahaya hingga akhirnya
Witold berhasil kabur dan memilih tetap berada di polandia walau akhirnya ditangkap kemudian meninggal Ia memilih tinggal karena ada harapan untuk memberitakan kepada dunia bahwa ada kejadian menggerikan yang terjadi pada negeri ini dimana tentara uni soviet lebih kejam ketimbang Nazi. Mereka mempraktikkan keculasan yaitu dengan menggulingkan pemerintahan lalu memperbudak populasi tertentu sesuai ideologi gila yang mereka anut. 

Selanjutnya Mark manson mengatakan bahwa lawan kata dari kebahagiaan bukan sedih, marah tetapi putus asa atau tidak ada harapan.
Ketika kamu marah atau kamu sedih itu masih menandakan adanya kepedulian sementara kalau hoppeles kamu tidak memiliki kepedulian dan menurut Mark Manson ini merupakan akar dari depresi penyakit mental dan juga kecemasan. 

Selanjutnya Mark Manson menjelaskan paradoks dari sebuah proses. 
Dunia ini semakin berkembang dengan akses internet informasi semakin cepat akan tetapi semakin kesini malah semakin mudah untuk depresi dan tertekan padahal seharusnya keadaan semakin baik dengan banyaknya kemudahan-kemudahan.

Menurut Mark manson sendiri ini karena krisis harapan. 

Ada 3 komponen yang dapat meintenance harapan yaitu:

1. kontrol untuk mencapai suatu harapan
2. Value untuk mengetahui seberapa penting sesuatu itu perlu dikejar 
3. Komunitas ialah lingkungan yang mendukung karena memiliki value yang sama 

Hilang satu diantara tiga ini maka akan hilang harapannya. 

Harapan bersifat destruktif atau bisa menghancurkan. 
Harapan berarti menolak untuk menerima keadaan yang sedang terjadi 
Semua yang kacau tidak membutuhkan harapan  tetapi harapan membutuhkan sesuatu yang kacau.

 Menurut Nietzhche ia menggunakan konsep amor fati yaitu manusia adalah tali tambang, diikat antara binatang dan superman dimana sebuah tali tambang melintang di atas jurang gelap yang hebat dalam diri manusia adalah bahwasanua ia adalah sebuah jembatan bukan sebuah tujuan yang pantas dicintai dari diri manusia adalah bahwasanya ia adalah lagu pembukaan. 

Menurutnya orang yang sukses menyebrang dialah orang yang tidak tau cara hidup. 

Tentu ada pro dan kontra dalam hal ini
Tapi hal ini yang dipilih oleh Mark. 


Everything is fucked
Dunia tanpa harapan tidaklah seburuk yang dipikirkan bahkan bisa lebih baik dari yang dipikirkan 

*Child-pleasure-remaja-principle-adult- princinple*

Kedewasaan diukur bukan dari usia melainkan dari prinsip mereka untuk melakukan sesuatu. 

Jadilah orang dewasa yang sadar melakukan sesuatu karena benar 

Kebebasan yang hakiki adalah kalian dapat memilih untuk tidak memilih dan kebebasan untuk membatasi diri. 

Jiwa kita membutuhkan harapan supaya kita bisa hidup sama seperti ikan membutuhkan air.  Harapan adalah bahan bakar untuk mesin mental kita.  Seperti mentega pada biskuit pada kita tampak sepertu metamor yang kacangan tanpa harapan,  seluruh suku cadang jiwa kita akan haus atau rusak.  Jika anda tidak percaya ada harapan akan masa depan yang kelak lebih baik dari hari ini,  bahwa hidup kita lebih baik daripada hari ini bahwa hidup kita akan lebih bagus,  maka secara spritual kita akan mati. Diatas segalanya jika tidak ada harapan bahwa segalanya akan menjadi baik, LALU UNTUK APA ANDA HIDUP? 
BUAT APA ANDA MENGERJAKAN SESUATU? 



POLITIK ISLAM

Politik dalam bahasa Arab disebut as-siyasah berarti mengelolah, mengatur, memerintah, dan melarang sesuatu. Atau secara definisi berarti prinsip-prinsip dan seni mengelola persoalan publik. Kata politik sama sekali tidak tercantum di ayat Al-Qur’an, tapi itu tidak berarti bahwa Islam tidak mengenal konsep akidah begitu juga dengan politik.

 Esensi politik dengan makna pemerintah dan pengelolahan manusia sangat banyak terdapat di Al-Qur’an diantaranya QS. An-Nisa’ : 54 dan 58, Al-Hajj : 41. Kata yasusu menjadi akar kata as-siyasah dalam hadis menunjukan bahwa masyarakat harus memiliki seseorang yang mengelola dan memimpin mereka ke jalan yang benar, dan membela yang teraniaya dari para pelanggar hak. 

Makna utama politik adalah pengelolahan urusan manusia sedangkan baik atau buruknya pengelolahan, itu urusan lain. Perbedaan utama antara politik umum dengan politik Islam itu ada pada standar syariah Islam. Rasul mengajarkan persaudaraan dan persatuan masyarakat suatu negara, Rasul mengirimkan utusan yang merepresentasikan Islam ke negeri-negeri tetangga, Rasul melarang memerangi kaum kecuali jika mereka yang mulai mengintervensi dan memerangi. Aktivitas politik bermakna membuat manusia lebih dekar kepada kebaikan.

 Masyarakat Arab dibagi menjadi dua, yaitu masyarakat perkotaan dan pedesaan. masyarakat pedesaan. Masyarakat Arab sama sekali belum mengusasai politik sebelum Rasul SAW. Diutus. Mereka bahkan tidak berpikir untuk mengangkat salah seorang pemimpin untuk menyatukan puluan suku yang ada. Masyarakat yang dikenal jahiliyah atau bodoh itu sebetulnya pandai benar bersyair. Akan tetapi kebaikan dan keunggulan yang Allah anugerahkan kepada mereka itu terkotori tingkah yang bermasalah. Karena mereka menyalahgunakan kepintaran mereka maka Allah menggubur potensi-potensi yang Allah anugerahkan kepada mereka inilah yang disebut dengan kaum jahiliyah. Hingga akhirnya mereka berhenti setelah datangnya nabi Muhammad SAW. 

Rasulullah membutuhkan sebuah sarana besar untuk menunjukan kepada dunia bahwa Islam adalah pilihan yang mampu mengelola seluruh detail kehidupan manusia. Rasulullah membutuhkan institusi untuk mengakomodasi persatuan umat Islam, dan memastikan agar syariat memimpin satuan terkecil kehidupan masyarakat yaitu negara. Rasulullah membangun unsur negara Islam pertama di Madinah, negara pionir yang kemudian hari menjadi basis perluasan ke seluruh dunia. 
Politik Rasul di Mekkah dari Gua hira untuk membangun Negara.

Mencetak Manusia Baru. Rasulullah berhasil mengajak keluarga dan sahabatnya masuk Islam, kemudian Rasulullah melakukan dakwah secara terbuka namun tetap merahasiakan struktur gerakannya.

Manusia-manusia besar dalam asuhan. Unsur tarbiyah dalam generasi ini adalah Al-Quran dan Sunah Nabi-Nya. Kemudian ditambah dengan kehadiran Rasulullah saw secara pribadi ini merupakan unsure yng takkan terulang lagi. Rasulullah mendirikan sebuah madrasah yang dirahasiakan dari kafir QuraisyAjaran Islam di Mekkah tidak hanya tentang konsep ketuhanan, Islam juga diajarkan tentang hari kiamat, iman terhadap kisah-kisah para nabi terdahulu.

Prinsip Islam di Mekkah. Setelah Manusia dan Prinsip Hijarah, Rasulullah mempersiapkan kader atau manusia-manusia besar yang akan meninggian bendera Islam saat negara berdiri. Terminologi yang tepat untuk mengungkapkan sebuah perubahan sosial terencana adalah pembangunan. Pada fase Madinah ini Rasulullah konsen memenuhi unsur tanah dan pemerintahan atau kekuatan politik. Setelah Manusia dan Prinsip: Hijrah,. Rasul terus berencana agar sahabat mempunyai akses luas. Dipilih Habasyah, dimana ada seorang raja yang tak seorangpun dizalimi disisinya. Disana didapatkan space bagi pertumbuhan keislaman sebagian sahabatnya.  

Politik Rasul di Madinah: Suasana Baru Masyarakat Baru. Setiap founding father negara yang ingin melakukan perubahan sosial terencana pastilah memerhatikan unsure tanah, masyarakat, dan pemerintah saat membangun negaranya. 
1. Tanah dan pembangunan infrastruktur negara. Pembagunan dimulai dari masjid sebagai pusat ibadah dan menjadi tempat tinggal bagi pendatang. 
2. Kekuatan politik. Kekuatan politik harus mempunyai struktual yang harus ditaati. Rasulullah segera membentuk aturan atau undang-undang yang akan ditaati dan menjadi landasan kehidupan manusia. Aturan politik disebut dengan Al-Madaniyyah atau Piagam Madinah. Piagam ini terdiri atas 47 pasal.

TEORI KEKHALIFAAN

Semenjak Irak, Iran, Suriah, dan Kaukasus berada disatu penguasa dan telah menganut Islam. Romawi Timur kehilangan sebagian besar sumber daya manusia dan produk pertanian mereka. Pendudukan Manzikert juga memicu terjadinya perang salib pertama. Dibawah pemerintahan Bani Saljuk pemerintahan Islam memasuki fase baru. Satu pola baru politik keagamaan muncul sistem perasilan Islam diatur oleh para ulama yang berperan sebagai hakim, sementara kekuatan militer menjadi basis keteraturan sosial dan otoritas politik yang sah. 

Sebuah strategi politik keagamaan yang bercakupan luas dimasukan ke dalam sistem hukum dan peraturan yang dijalankan oleh rezim-rezim penguasa. Kaum Sunni mengembangkan strategi pemisahan radikal antara otoritas agama dan otoritas politik. Gerakan Sunni bergerak seperti kekuatan politik Syiah muncul sebagai satu kekuatan yang dirancang rapi untuk bertahan dari kerancuan sisem politik kekhalifahan. Ketika Dinasti Buwaihhi menurun, sebuah kbijakan restorasi Sunni yang lebih agresif dijalankan dibawah kepemimpinan gabungan antara para cendekiawan urbah dan dua khalifah yang kuat., yaitu al-Qadir dan al-Qa’im. Mereka melarang pembahasan tentang Syiah. 

Pemusnahan kekuatan politik-militer Abbasiyah yang telah dilakuakan semakin mempermudah tugas kalangan apologis Sunni. Ibn Hanba; sendiri, di luar pandangan minimalisnya terhadap politik dan rasionalitas, menegaskan bahwa setiap orang harus tunduk kepada Imam. Syariat menetapkan berbagai fungsi sosial-politik penting yang hanya da[at dilaksanakan oleh Imam-khalifah yang meliputi pelaksanaan berbagai ketetapan hukum. Para fukaha merundingkan cara penetapan khalifah, sekaligus dasar untuk membatalkan kekuasaannya. Pengangkatan bisa dilakukan melalui penunjukan yang disertai perjanjian. Karakteristik kaum Sunni adalh bahwa tak ada prosedur baku untuk memecat khalifah. 

Al-Mawardi merupajan seorang ahli hukum reformis, yang punya obsesi untuk mengadaptasikan syariat sesuai dengan keadaan masyarakat.Menurut Al-Mawardi, sumber-sumber keteraturan sosial adalah: 
1) Sebuah agama yang mapan, yang dapat mengatur nafsu manusia dengan benar
2) Seorang penguasa yang kuat tifak akrena agamanya , kecuali jika mereka dipaksa untuk menjadi seorang yang kuat
3) Keadilan untuk menjamin terjaganya hubungan cinta dan ketundukan yang saling menguntungkan antara rakyat dan penguasa. 4) Hukum dan tata tertib yang menghasilkan rasa aman
 5) Kemakmuran ekonomi
 6) Harapan akan terpeliharanya aktivitas produksi. 

Ibnu Taimiyah menghabiskan hidupnya sebagai kritikus agama di wilayah Mamluk di Mesir dan Suriah. Tujuan Ibnu Taimiyah adalah membangun pemerintahan yang berdasaekan syariat. Menurutnya maasalah yang dihadapi oleh oleh pemimpin adalah pemimpin berfikir bahwa mereka dapat mencapai tujuan marteri melalui kekuatan, ambisi dan kepentingan pribadi, sementara masyarkat religious berfikir bahwa mereka dapat mencapai tujuan spiritual semata-mata dengan kesalehan. Menurut Ibn Taimiyah agama tidak dapat diamalkan tanpa kekuasaan politik. Jabatan dan aktivitas politik termasuk kedalam kategori amanat. 

Tujuan dari semua tugas public adalah mewujudkan kesejahteraan material dan spiritual manusia tergantung kepada postulat hishbah. Karena itu memerintahkan kepada kebaikan merupakan tujuan tertinggi dari tugas public. Tidak ada pemerintah yang dapat mencapainya tanpa mematuhi norma-norma Islam. Sebaliknya, memerintahkan kepada kebaikan dan melarang kemungkaran tidak efektif tanpa dukungan kekuatan politik. 

Kepemimpinan adalah fungsi khusus yang membutuhkan otoritas, kerajaan, dan kekuatan yang berkuasa. Ketergantungan penguasa yang sah pada pemenuhan tanggung jwab dinyatakan dengan tegas dalam doktrin Alquran tentang perwalian mereka yang diamanati dengan kekuasaan merupakan wali, wakil, dan agen otoritas. Otoritas pemimpin sesungguhnya berasal dari tuhan. Ibnu Taimiyah membolehkan penguasa untuk menerapkan hukuman terhadap sesuatu urusan yang belum ditetapan oleh syariat. 

Fakta-fakta sosial yang dominan. Salah sati reformasi yang diusulkan oleh Ibn Taimiyah adalah agar ulama meninggalkan pengasingan mereka dari politik. Dalam pemikiran politik Islam, kewajiban menasehati seperti itu nyaris seperti pengawasan dan pengujian konstitusional terhadap kebijakan yang dijalankan penguasa.

Syariat lebih lunak ketika mepertimbangkan adat yang berlaku, dan mempersatukan adat saat ini dengan prisip-prinsip umum syariat. 
 1) menerapkan ijtihad dalam persoalan politik. 2) Menggunakan kriteria syariat tentang kemaslahatan umum secara liberal. Ketegasan sikap merupakan sikap kontribusi terhadap pemerintahan. 

Langkah Politikku dan Iswabit Politik Islam

Perubahan tidak dimulai dari negara dan lembaga pemerintahan, tapi dimulai dari dalam diri manusia. Ini dijelaskan dalam firman Allah( QS. Ar-Ra’d:11). Dalam politik Islam ada tiga pemahaman yang perlu dibangun adalah pemahaman tentang Islam, pemahaman tentang langkah peradaban, dan pemahaman sistem politik Islam. Islam adalah sistem yang menyeluruh yang menyentuh segi kehidupan. Islam menolak pemisahan dalam ajaran-ajarannya. 

Unsur terpenting kehidupan yang menjadi domain yaitu, akidah dan ibadah, negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, moral dan kekuatan, kasih saying dan keadilan, kebudidayaan dan perundang-undangan, ilmu dan kehakiman, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, serta militer dan pemikiran. 

Ada tujuh tahapan perjuangan sebelum Islam menjadi rahmatan lil’alamin, yaitu:
 1) memperbaiki individu
 2) membangun keluarga muslim 
3) membimbing masyarakat 
4) memperbaiki pemerintahan dan membangun negara yang islami 
5) mengembalikan khalifah 
6) merealisasikan kepemimpinan Islam 
7) mendeklarasikan Islam sebagai guru peradaban alam semesta. 

Dalam peradaban Islam, ada yang disebut mihwar dauli atau orbit negara. Mihwar dauli adalah tempat bergeraknya langkah keempat dalam urutan pembangunan kembali peradaban umat. Pemaham konsep politik perlu dibangun dalam mihwar dauli adalah pemahaman tentang tsawabit dan mutaghayyirat, antara persoalan –persoalan yang baku dan yang bisa beribah secara kondisional dalam politik. Tsawabit as-siyasah al-Islamiyyah pada domain politik, referensi, asas, prinsip, dan model pemerintahan muslim. Sedang mutaghayyirat adalah cara dan proses terlibatnya para politikus muslim dalam proyek politik (musyarakah), kontinuitas. 

Dialam ini berlaki hukum Allah yaitu tsawabit dan mutaghiyyirat adalah pokok dan sesuatu yang tetap, yang diciptakan Allah untuk diikuti, bukan dimodifikasi dan dikritasi. Tsawabit dalam bidang politik mencakup asas politik Islam, tujuannya, referensinya dan prinsip-prinsipnya. 

Asas Politilik Islam : Akidah Tauhid. Hilangnya spiritual dalam pergerakan para pejuang. Sandaran atau asas yang diyakini disebut pandangan hidup atau tashawwur atau worldview. Ketiadaan akidah tauhid dalam setiap sisi kehidupan, khususnya politik, hanya akan menanti detik-detik kehancurannya. Akidah tauhid menjadi tsawabit dalam politik Islam. 

Tujuan Politik Islam. Tujuan utamanya yaitu memastikan aktivitas pemerintah agar beririentasi pada kebaikannmasyarakat dan meminimalisir kebijakan destruktif walaupun langkah-langkah tersebut tidak ada sumbernya dalam referensi Islam tetapi tidak berarti politik Islam adalah politik liberal yang tidak mengenal batasan sama sekali kecuali batasan yang diciptakan manusia itu sendiri.
Domain Politik dan Referensinya. Dalam konteks domain Islam dibagi menjadi dua, pertama, domain yang sudah ada teks syar’i termasuk tsawabit yaitu dalil-dalil yang pasti diantaranya Al-Qur’an dan Sunah, Ijmak. Kedua, domain yang tidak ada teks syar’i.  

Prinsip Politik Islam. Prinsip politik Islam terwujud dalam keadilan, syura, dan kebebasan.  

Keadilan
 Prinsip keadilan adalah hal yang tetap atau tsawabit tapi penerjemahannya dalam aktivitas politik bisa bermacam-macam kondisi dan situasi.Keadilan adalah landasan dari semua.
Syura. Syura adalah mengambil pendapat masyarakat dalam persoalan pemerintah dan politik dalam bingkai syariat Allah sesuai dengan target yang diinginkan. Dr. Said Hawwa menulis tentang hikmah syura’ diantaranya masyarakat sadar atas prolematik yang dihadapinya, Masyarakat merasa tenang jika yang menjadi peserta syura, masyarakat selamat dari penyesalan karena gagasan-gagasan dictator yang potensial salah, lebih dekat kepada kebenaran, akal semakin berkembang dan bijak, memperkaya kemampuan manajemen. 


Kebebasan. 
Kebebasan politik artinya menghormati pendapat personal seseorang dalam sebuah pemerintahan, sehingga ia tidak dipersulit oleh sang pemimpin karena pendapatnya itu. Adapun prinsip kebebasan politik meliputi empat hal yaitu: 
1) Kebebasan mengekspresikan pandangan politik
2) Kebebasan memilih pemimpin
3) Kebebasan mengkritik dan mengontrol politik
 4) Kebebasan membuat perkumpulan.

Ibnu Khaldun dan Pemerintahan Islam

Ibnu Khaldun bekerja pada pemerintahan di bawah beberapa pemimpin kecil di Maroko dan Granada, ia bertugas dalam sebuah misi perdamaian. Ibnu Khaldun melibatkan diri dalam upaya mereformasikan masyarakat melalui kekuatan sendiri atau menyongkong raja agar menjadi pemimpin yang bijak.

 Kehidupan intelektual Ibnu Khaldun dimulai di bidang filsafat. Analisisnya tentang ilmu pengetahuan dipandang cukup orisial. Ia membedakan tiga jenis ilmu pengetahuan. Pertama, pengetahuan tentang esensi, yakni realitas di balik fenomena-fenomena. Kedua, pengetahuan tentang fenomena-fenomena material dunia fisik dan kebudayaan manusia. Ketiga, Pengetahuan moral. 

Ibnu Khaldun menjelaskan tentang perbedaan yang jelas, secara teoritis, antara ilmu alam dan ilmu sosial. Dan pada teori ini juga bidang ilmu pengetahuan sosiologi dikenal masyarakat. Ibnu khaldun dikenal dari pendekatan Islam yang mapan terhadap aspek kognitif manusia, yaitu pendekatan yang bersandar pada semua sumber wahyu untuk semua pengetahuan tentang dunia dan moral, dan pendekatan yang melihat bahwa hubungan kausalitas bertentangan dengan kemahakuasaan Tuhan. Karenanya, sebagian orang memandang Ibnu Khaldun sebagai rasional sekuler. 


Salah satu ciri khas Ibnu Khaldun adalah pengakuannya bahwa ia terbebas dari segala tradisi pemikiran. Ia mengatakan “mengetahui semua itu berkat pertolongan Tuhan dan tanpa pengaruh Aristoteles.” Dalam Muqaddimah Ia menyatakan dengan ungkapan yang lebih tegas bahwa ilmu agama, yang berdasarkaan wahyu, harus diutamakan ketimbang akal. Ibnu Khaldun berpikiran bahwa kesalahan-kesalahan filsafat telah sangat merusak politik. Pertama, ia menolak pandangan para filsuf terdahulu bahwa wahyu, sebaagaai sebuah cara yang dibutuhkan untuk membentuk masyarakat politik yang sehat dapat dijelaskan secara rasional. Survey akhir Ibnu Khaldun tentang peradaban manusia, ia membahas tentang pengetahuan dan cabang-cabangnya, disiplin agama, logika, matematikaa, filsafat bahasa Arab, bahasa sehari-hari dan bahasa puitis. Ia memandang rendah astrologi dan kimia. 


Metode Historis dan Sosial: Ibnu Khaldun mengawali karyanya dengan mengatakan bahwa sejarah berakar kuat dalam filsafat.Ia mengatakan dan menerapkan bahwa metode Aristoteles yang harus diperhatikan oleh sarjana Islam yakni memahami masa lampau.
 Teori Perubahan Sosial: Ibnu Khaldun memulai bahasanya tentang kategori yang paling umum yaitu asosiasi manusia atau peradaban.

 Manusia sebagai individu saling bergantung satu sama lain untuk penghiduoan mereka, sehingga menuntut adanya pembagian kerja dan membutuhkan persahabatan. Ia juga menjelaskan tentang strata masyarakat. Secara khusus Ia mendefinisikan ashabiyah sebagai pendorong perjalanan sejarah manusia dan juga bisa membentuk strata.

Bentuk Otoritas Moral dan Amoral: Ada tiga macam kedaulatan yang muncul ditengah komunits manusia. Pertama, kedaulatan alami. Kedua, manusia mungkin mempunyai pemerintah yang sesuai dengan hukum yang dirancang leh orang-orang yang pandai dan bijak. Ketiga, manusia memiliki pemerintah sesuai dengan hukum yang ditetapkan oleh Tuhan. Pandangan jabatan khalifah tidak lagi ada setelah empat khilafah Rasyidin yang adil.
Nilai-Nilai Politik: Nilaai-nilai politik dipertimbangkan terutama karena dampaknya terhadap keberhasilan politik, naiknya kekuasaan, stabilitas, instabilitas, dan kebobrokan masyarakat. Ekonomi Politik dan Tugas Pemerintah: Fungsi pemerintah adalah mengatur dan mengembangkan ekonomi. Ia memulai dengan batasan ilmu ekonomi yakni tentang penghidupan dan keuntungan. Dan ia juga menarik perbadaan dalam bidang ekonomi antara badawah dan hadharah antara komunitas primitif dan perkotaan. 

Konsep Tentang Negara: Konsep negara menurut Ibnu Khaldun adalah dawlah, yaitu suatu kekuatan politik yang mendominasi pihak lain karena keberadannya ashabiyyah sebuah dawlaah dapat diterima kelompok terutama pihak terkemuka. Ia menganggap bahwa negara sebagai sebuah pranata yang terpisah dari masyarakat yang memunculkannya. Rakyat hanya berkewajiban memberikan kesetiaan kepada agama yang menjalankan syariat.Dalam hal ini Ibn Khaldun beranggapan bahwa suatu negara dianggap jika pemimpinnya memegang kekuasaan dengan kekuatan kecil atau hanya memiliki kekuatan. 

Prestasi Ibnu Khaldun: Muqaddimah memadukan berbagai segi kehidupan dari seluruh pemikiran politik Islam. Ibnu khaldun menyusun sebuah teori umum untuk menjelaskan perubhan sosial dan politik dengan menggunakan sejumlah besar data historis kontemporer dari dunia Islam.  

Isyarat Sebuah Mimpi

Isyarat Sebuah Mimpi
oleh: Gelas.Kaca_

Rumnah mengelus-ngelus perut buncitnya, perempuan yang tengah hamil anak kedua itu dalam dua minggu ini selalu membuat cemas suaminya. Saat malam datang ia selalu mengingau dan berteriak minta tolong. Entah apa yang membuatnya terlihat begitu ketakutan ketika malam datang. Ia seperti dihantui oleh sesuatu yang tidak diketahui itu apa. 

Saat Rumnah tidur ia
mengingau dan berteriak minta tolong agar kepada Tuhan-Nya.

Roko suami Rumnah merasa khawatir dengan keadaan istrinya. Ia selalu terbangun tengah
malam ketika harus mendengar teriakan istrinya yang mengingau seperti orang ketakutan akan terjadinya sesuatu yang buruk. Apa mungkin setiap perempuan yang mengandung seperti ini pikirnya. Ini sangat berbeda saat istrinya itu mengandung anak pertamanya.

“Tuhaaaaann, tolong kami.” Seperti itulah teriakan Rumnah setiap malam.
Setelah terbangun Rumnah selalu mengelus perut buncitnya sambil menangis.
“Apa yang membuatmu selalu seperti ini adinda?”
“Aku merasa akan ada yang mengusik kehidupan kita.?”
“Siapa?”
“Entahlah aku merasa dia akan memotong semua tangan manusia.”
“Maksudmu?”
“Aku takut.!”
“Baiklah ceritakan saja besok jika kau sudah tidak takut lagi.”

Dengan pertanyaan dan jawaban yang sama disetiap malam Roko selalu sabar menghadapi
istrinya itu. Hingga saat ini istrinya itu belum menceritakan apa yang membuatnya terlihat begitu ketakutan. Dalam kurun waktu sebulan berturut-turut Rumnah masih saja mengingau dan berteriak minta tolong dalam tidurnya.

 Roko telah mengajak istrinya ke berbagai dokter hasilnya tetap sama para dokter menganggap bahwa itu hanya bawaan dari kandungan Rumnah.

 Akhirnya
Roko dan istrinya menyimpulkan mungkin ini hanya bawaan dari kandungannya. Ia mulai tidak begitu khawatir karena ia yakin bahwa setelah istrinya melahirkan nanti ia tidak akan berteriak lagi tiap malam. 

Ruko mulai bisa tenang untuk melanjutkan aktivitasnya ia berjualan pakaian
bayi di pasar Narawaci. Ia berjualan setiap hari kecuali hari Rabu. Setiap hari Rabu ia pergi ke
hutan untuk pergi berburu bersama teman-temannya.

Saat malam datang Rumnah kembali mengingau kali ini ia berteriak sangat kencang hingga membuat Ruslah anak pertamanya yang baru berumur sepuluh tahun itu ketakutan.

 Roko mencoba menenangkan anaknya dan menidurkannya kembali. Saat ia kembali ia melihat istrinya masih menangis ketakutan sambil mengelus perutnya.

“Adinda mimpi apa?” tanya Roko dengan lembut
“Manusia-manusia itu akan mengusir kita dari sini.”
“Manusia siapa?”
“Mereka akan segera mengusir kita dari sini.”
“Mereka siapa? Kenapa diusir? Coba ceritakan adinda mimpi apa?” Roko mencoba membujuk
istrinya
“Kau mau ku ceritakan? Mimpi-mimpiku adalah malam gelap tanpa pancaran sinar bulan dan
bintang”
“Maksudmu? Coba ceritakan saja, aku akan mendengarkannya.”

Sambil menghapus air mata dengan kedua tangannya Romnah mulai menceritakan mimpi-mimpi yang menakutkan itu kepada suaminya. Roko dengan tenang mendengarkan istrinya itu bercerita

“Dalam mimpiku aku bertemu dengan seorang presiden bernama Marlano. Awalnya presiden ini adalah seorang rakyat biasa ia hanya seorang guru di sebuah desa kecil, ia terpilih sebagai presiden karena dicalonkan oleh salah seorang anggota dewan di daerahnya. Berkat kepercayaan masyarakat akhirnya ia terpilih sebagai presiden karena mampu mengayomi rakyat kecil.

Presiden Marlano mempunyai dua orang istri. Istri pertamanya bernama Ratna ia dijuluki sebagai Ratu selendang karena Ratna memiliki semua selendang yang berasal dari berbagai negara.

Hobinya mengoleksi selendang berkembang menjadi bisnis. Hingga akhirnya ia mendirikan satu  desa yang khusus untuk menjait selendang desa itu di beri nama desa Ratna. Istri kedua presiden

Marlano bernama Jane ia masih sangat muda dan cantik usianya baru memasuki dua puluh lima tahun.


Jane sangat cerdas ia berhasil manamatkan gelar masternya di usia dua puluh dua tahun tahun.

Dengan predikat terbaik. Jane menikah dengan presiden Marlano karena secara tidak sengaja
bertemu dengan presiden ini di sebuah konfersi international. Dan presiden menawarkan diri untuk Ratna agar menjadi sekretarisnya. Tidak lama setelah menjadi sekretaris presiden mereka saling tertarik satu sama lain hingga akhirnya Jane setuju untuk menjadi istri kedua dari presiden.

Semenjak Presiden Marlano menikah lagi Ratna istri pertamanya merasa tersingkirkan ia mulai iri dengan perlakuan suaminya yang selalu mengistimewakan Jane. Ratna mulai menyusun rencana untuk membunuh istri kedua suaminya itu. Ia menyuruh salah seorang pelayan untuk mencampurkan racun pada minuman istri kedua suaminya itu. 

Saat hendak menyuguhkan minum
ternyata pelayan salah memberikan minuman dan minuman beracun itu diberikan kepada
Prediden Marlano. Setelah meminum minuman beracun presiden Marlano langsung pingsan dan tidak sadarkan diri. Sehari setelah meminum racun itu presiden Marlano dinyatakan meninggal.

Seminggu setelah meninggalnya presiden yang baik hati itu akhirnya diadakan rapat paripurna
semua menteri memutuskan untuk mengangkat Jane istri kedua presiden Marlano untuk mengantikan posisinya sebagai presiden di negeri Temape dengan alasan Jane lebih paham tentang tata kelola kenegaraan.

“Apa yang membuatmu takut akan mimpi itu adinda? Bukankah mimpi itu biasa saja tidak ada yang menyeramkan dalam ceritamu.” Roko menatap wajah istrinya dengan penuh tanya.
“Ceritaku belum usai Kanda aku hanya mengingat itu adalah awal dari mimpi burukku ini.”
“Kau lelah Rumnah? Ingin tidur lagi?”
“Oh tentu saja tidak aku ingin menceritakan mimpiku ini padamu hingga selesai aku tidak ingin tidur lagi. sebentar lagi anak kita akan segera lahir aku memiliki ketakutan besar terhadap dia nantinya. Aku merasa mimpi ini adalah sebuah isyarat untuk kita.’

“kalau begitu lanjutkan ceritamu.”

Rumnah melanjutkan ceritanya
Mengetahui keputusan itu Ratna selaku istri pertama presiden Marlano semakin marah ia merasa tidak memiliki tempat di istana kepresidenan ini. Kini Jane dijuluki sebagai Ratu. 

Ia memakai
mahkota kepresidenan dan mendapat kehormatan sebagai presiden perempuan pertama.

Keputusan ini membuat Ratu Jane dan Ratna menjadi semakin berselisih paham. Mereka
menghadapi perang dingin. Kekuasaan seperti terbelah dua karena sebagian rakyat ada yang
tidak menyukai Ratu Jane dan lebih memihak kepada Ratna.

Sebagai orang pertama yang mendampingi presiden tentunya Ratna sudah mendapatkan
kepercayaan sekaligus tahu tentang bagaimana kehidupan masyarakatnya selain iyu ia juga memiliki beberapa daerah yang khusus ia kelolah sendiri. 

Sekarang semua daerah itu diambil
alih oleh Ratu Jane. Semenjak menjabat Ratu Jane merasa segala kekuasaan dan kebijakan
berada ditangannya. Ia selalu mengambil keputusan tanpa meminta pendapat terhadap para penasihat kepresidenan.

Dengan adanya kebijakan-kebijakan baru dan bergantinya pemimpin tentu ini secara langsung atau tidak juga akan mempengaruhi kehidupan rakyat. Mereka yang dulunya hidup makmur, tenang, damai dan sejahtera sekarang mulai merasa gusar terhadap kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh presiden perempuan pertama itu. Tempat tinggal mereka digusur tanpa pemberitahuan dan uang ganti rugi sepeserpun tidak hanya itu ladang tempat mereka mencari
sesuap nasi juga telah dilenyapkan dengan cara memasang spanduk yang bertuliskan “Dilarang
mencari sesuap nasi di wilayah ini” tulisan itu terpampang hampir disetiap tempat pedagang
kaki lima berjualan.

 Aset-aset negara juga diperdagangkan oleh ratu Jane ia menjual beberapa pulau dan perusahaan milik negara Temape kepada para pengusaha asing.

Semakin kesini kebijakan yang dibuat oleh Ratu Jane semakin merugikan rakyatnya. Ia hanya berpihak kepada rakyat yang berdompet tebal. Meihat hal itu terjadi Ratna tidak hanya tinggal diam. Tiba-tiba saja ia datang dan mendobrak pintu kamar Ratu Jane kemudian memaki-makinya.
“Kau hentikan semua tingkahmu yang merugikan rakyatku.” Ucap Ratna dengan wajah memerah dan mengepalkan kedua tangannya.

“Kau tidak punya hak mengaturku. Akulah presidennya sedangkan kau bukan siapa-siapa.
Mereka bukan rakyatmu tapi rakyatku. Maka nasib mereka ada di tanganku bukan di tanganmu.”

“Keterlaluan kau. Andai suamiku masih hidup kau pasti akan di hukum penjarakan.”
“Bukankah kau sendiri yang membunuh suamimu perempuan tua?”
“Kau hentikan tindakanmu atau kau ku bunuh.”
“Berani sekali kau mengancamku.”
Ratu Jane langsung berjalan ke arah bel darurat dan membunyikannya kemudian menyuruh para penjaga untuk mengusir Ratna keluar dari istana. Para penjaga itu dengan sangat terpaksa menyuruh Ratna keluar dari kamar kepresidenan dan mengemaskan barang-barangnya yang ada di istana. Selendang-selendang kesayangan Ratna juga dilemparkan dari dalam istana keluar.
 Ia tidak menyangka bahwa istri kedua suaminya itu sangat kejam sampai tega mengusirnya keluar dari istana.

Setelah diusir Ratna pergi ke desa yang dulunya adalah desa binaannya. Desa tempat para pengrajin selendang tinggal. Kini desa itu telah dikuasai oleh bangsawan asing. Selendang- selendang miliknya telah berpindah tangan menjadi milik bangsawan itu. Kali ini ia tidak dapat berbuat apa-apa lagi selain menyesalkan keadaan.

 Ratna mendatangi rumah salah seorang
pengrajin selendangnya dan meminta tumpangan tempat tinggal dirumahnya untuk sementara waktu.

Kehidupan masyarakat pengrajin selendang di desa itu kini nampak memprihatinkan. Upah hasil mereka menjahit selendang hanya cukup untuk memenuhi biaya hidup sehari-hari. Saat tengah asik berbincang-bincang menceritakan bagaimana keadaan desa itu tiba-tiba saja mata Ratna tertuju pada layar televisi yang menyiarkan berita bahwa telah terjadi penggusuran di pasar Narawaci. 

Beberapa pedagang terpaksa menutup lapak dagangan mereka dengan alasan
penertiban. Penertiban pedagang di pasar Narawaci akan berlangsung selama dua hari berturut-turut disebabkan karena para pedagang tidak mau memindahkan lapak dagangan mereka ke lokasi baru yang telah disediakan pemerintah. 

Semakin hari kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh ratu Jane semakin membuatnya geram. Akhirnya Ratna memutuskan untuk pergi ke pasar Narawaci mencoba untuk menenangkan kerusuhan yang terjadi akibat penertiban.”

“Setelah itu apa yang terjadi?” potong Roko sambil menatap kedua bola mata istrinya
“Aku mendengar teriakan disetiap sudut pasar Narawaci berbunyi “Tuhaaann tolong kami.”
Selalu begitu setiap malam aku mendengar teriakan para pedagang disana berteriak meminta
tolong kepada tuhan. Aku ketakutan mendengar teriakan mereka.”
“Jadi itu yang membuatmu selalu berterian setiap malam dinda?” tanya Roko
“Aku takut.!”
“In sha Allah tidak akan terjadi apa-apa. Jangan begitu kau khawatirkan mimpi-mimpimu itu.”
“Setiap malam aku mimpi yang sama. Ini bukanlah hal yang wajar.”
Roko mengelus kepala istrinya dan ia merasa legah ternyata hanya sebuah mimpi konyol itu
yang membuat istrinya berteriak setiap malam.
Pagi harinya setelah mendengarkan cerita itu dengan tenang ia berangkat menuju tokonya untuk menggelar dagangan. Saat hendak menuju toko di perjalanan ia kaget melihat begitu banyak spanduk yang bertuliskan “kami menolak” bertebaran dimana-mana. Roko merasa heran ia kebingungan apa yang sebenarnya telah terjadi. Ia penasaran dan memutuskan keluar dari mobilnya. Saat hendak keluar dari mobilnya ia mendengar suara tembakan dari atas langit dan
warga beramai-ramai menyelamatkan dagangan mereka.

Tiba-tiba saja Roko teringat akan tokonya tanpa pikir panjang ia langsung berlari menuju
tokonya. Di perjalanan ternyata akses jalan kesana sudah ditutup ia tidak bisa menuju tokonya.

Perlawanan antara pedagang dan polisi semakin kisruh. Kerusuhan menyebabkan beberapa bangunan rusak dan banyak warga yang luka-luka. Ia mencoba nekat masuk ke dalam kerusuhan itu hingga akhirnya Roko terkena beberapa pukulan dari orang-orang yang tidak ia kenal. Hingga
akhirnya ia dilarikan ke rumah sakit dan terbaring lemah disana.

Genteng Ijo, 2017

Kucing kucing yang kelaparan

Kucing-Kucing yang kelaparan
Oleh: Gelas.Kaca_


Setelah tiga tahun tidak merayakan hari kemenangan bersama keluarga. Lebaran kali ini aku memutuskan untuk mudik ke Ombilin kampung halamanku. Perjalanan untuk menuju kampung kali ini cukup memakan waktu dan tenaga. 

Maraknya arus mudik membuat jalanan ramai dan menyebabkan macet panjang. Hingga waktu tempuh di perjalanan menjadi lebih lama. Biasanya aku menempuh perjalanan darat dari Jakarta ke Ombiilin hanya dengan waktu dua hari satu malam tapi kali ini aku menghabiskan waktu selama tiga hari dua malam. Sesampainya di rumah aku di sambut oleh ayah, ibu dan kedua adikku yang masih kecil. Mereka berlarian menuju arahku dan langsung memelukku. 

Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Takbir bergemah hari kemenangan telah datang. Seluruh muslim bersiap untuk sholat ied ke mesjid dan lapangan terdekat. Begitu juga dengan aku dan keluarga. Dengan mengenakan baju seragam keluarga yang di jahit ibu jauh-jauh hari. 

Usai melaksanakan Ibadah sholat Ied kami berkunjung ke rumah Atuk. Disana kami menyantap hidangan khas lebaran yakni ketupat dan rendang buatan nenek. Selesai menyantap hidangan lebaran seluruh keluarga berkumpul dan saling bermaaf-maafan.

 Lebaran pertama memang dihabiskan untuk bersilaturrahmi dengan keluarga besar saja. 
Lebaran kedua tamu mulai berdatangan terutama teman masa kecilku. Upik, Ela dan Nando juga datang bertamu. Aku mengambilkan mereka sirup dan menghidangkan beberapa kue lebaran. Siang itu kami asyik berbicang-bincang hingga memasuki waktu ashar. Kami meminta izin kepada Ibu untuk melaksanakan solat ashar di surau depan danau tempat kami mengaji dulu. 
Surau ini nampak sepi jamaahnya pun bisa dihitung jari. Hanya orang-orang lanjut usia yang selalu setia mengisi surau kecil ini.

 Setelah selesai solat aku dan teman-teman bersantai dan duduk di batu-batu kecil yang ada di tepi danau. Hampir setiap sudut desa ini berubah. Bahkan pohon-pohon yang setia di tepi danau telah banyak yang di tebangi entah oleh siapa. Kini danau seperti tidak terawat. Banyak sampah-sampah bertumpukan, rumput-rumput yang mulai rimbun di tepi danau. Pasir yang kian surut akibat penambangan liar.

 Tepat di depan kami ada sebuah rumah yang dulunya menjadi tempat singgah setelah selesai berenang di danau. Rumah itu adalah rumah mendiang Nyik Minah. Dulu kami sering menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang dengan Nyik Minah setelah selesai berenang. Tidak jarang Nyik Minah memasakkan kami goreng Ubi sekedar untuk mengisi perut yang kosong setelah selesai berenang.  



Kini rumah itu sepi, tak ada lagi Nyik Minah yang setia duduk di jenjang nomor dua dari rumahnya. Untuk memperhatikan siapa saja yang mandi di danau dan menyaksikan ombak pasang surut. Setiap sudut rumahnya dipenuhi jaring laba—laba. Semua berubah dalam sekejap. Kami tidak mengetahui kapan pastinya Nyik Minah meninggal. Yang kami dengar dari warga Ia meninggal tiga bulan yang lalu. Mayatnya di temukan pak Malin tergeletak di ruang tamu 

“Lan, benar Nyik Minah meninggal di gigit kucing?” Tanya Ela Padaku
“Tidak tau El, aku hanya mendengar kabar angin dari bisik-bisik tetangga.”
“Aku mendengar kabar yang sama Lan, Nyik Minah ditemukan tergeletak di ruang tamunya katanya dia meninggal setelah di gigit si Nuna kucing putih Nyik Minah yang berbulu tebal itu. Lanjut Nando sambil menunjuk ke arah kamar mandi rumah Nyik Minah. 
“ah, tidak percaya. Mustahil orang meninggal karena di gigit kucing.” Sambung Upik sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. 
“Aku juga mendengar dari bisik-bisik tetangga kalau setiap malam, di rumah Nyik Minah selalu terdengar suara Nuna si kucing putih itu meraung ganas seperti kucing kelaparan. Lanjut Nando
“Apa mungkin seseorang bisa meninggal hanya karena di gigit kucing? Tidak mungkin Nyik Minah meninggal karena di gigit kucing.” Upik berusaha menyelah dan tetap tidak percaya dengan apa yang dikatakan Nando. 
Lama berbincang-bincang dan mengingat masa kecil. Akhirnya kami disadarkan oleh langit yang mulai gelap. Kami memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing dan merencanakan pertemuan selanjutnya. Aku dan Nando masih penasaran dengan kematian Nyik Minah yang cukup misterius dan bisik-bisik tetangga tentang kamar mandinya. Dalam perjalanan pulang Nando mengajakku untuk bertemu nanti malam di tepi danau sambil memancing ikan. Dia akan menjemputku sekitar jam delapan malam ke rumah. 

Sesampainya di rumah aku membersikan badan dilanjutkan dengan sholat magrib. Ini untuk pertama kalinya dari dua tahun yang lalu aku berkumpul bersama keluarga untuk melaksanakan ibadah solat magrib berjamaah. Suasana seperti ini yang selalu ku rindui dimana suara merdu ayah melantunkan ayat-ayat suci menjadi penutup senja. 

Selesai sholat kami berkumpul sekeluarga untuk menyantap hidangan makan malam. Ibu memasak lauk kesukaanku dendeng batokok dan gulai asam padeh. Masakan Ibu selalu menjadi juara di lidahku tidak ada yang mampu menandingi enaknya masakkan ibu. Karena bahagia dengan menu makan malam hari ini tanpa di sadari aku telah menghabiskan hampir tiga piring nasi. 

“Tidak rindu mandi di danau Lan?” Ayah membuka pembicaraan makan malam hari ini
“Rindu Ayah, tapi danau sekarang kumuh.”
“Karena tidak ada lagi yang peduli akan kebersihan lingkungan, apalagi danau. Semenjak kematian Nyik Minah yang cukup misterius itu.”

“Benarkah Nyik Minah meninggal karena di gigit kucing yah?”
“Benar, Nyik Minah telah di makan oleh kucing yang kelaparan itu. Kakinya habis di lahap oleh kucing yang di ketuai oleh Nuna itu.”
“Berapa banyak kucing yang memakan Nyik Minah yah?”
“Kata pak Malin lebih dari sepuluh dan Nuna yang paling besar di antara kucing lainnya. Kabarnya kucing-kucing itu masih berkeliaran di kampung ini.”
“Mmmmmppp, apa mungkin kucing kelaparan bisa memakan manusia?”
“Ayah tidak tau pasti tapi begitulah gosip yang beredar. Kau lihat saja dirimu tanpa disadari sudah hampir tiga piring nasi masuk ke mulutmu.” Kata ayah sambil tersenyum menatap piringku 

"Ini karena masakkan ibu selalu yang terbaik." balasku sambil melirik ke arah Ibu
"Malam ini Bulan ingin memancing di danau bersama kawan-kawan lainnya. Ayah mengizinkan Bulan untuk memancingkan?"
"Jangan pulang terlalu larut, jangan tunggu kucing-kucing kelaparan itu mandi dan berkeliaran mencari mangsa." ucap ayah sambil memperingatkanku 
"Baik Ayah."

*
Tiga puluh menit kemudian aku mendengar suara Nando memanggilku di luar rumah. Aku melihat nando dan lima orang kawanku berdiri halaman rumah sambil membawa pancing.  
Kami memutuskan untuk memancing di bawah pohon kelapa yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah mendiang Nyik Minah. Kami menyaksikan suasana danau malam ini. Ku perhatikan tiap tepian danau ini. Deburan ombaknya masih sama seperti dulu selalu bising dan menghantam bebatuan di tepinya. Sesekali aku menoleh ke arah rumah Nyik Minah. Tapi tidak ku temukan tanda-tanda adanya kucing di dalam rumah itu.  

Nando dan kawanku yang lainnya asik berebut umpan. Sementara belum ada ikan yang tersangkut di umpan kami. 

Braaakkk!!! Suara kelapa jatuh mengagetkan kami 
Tiba-tiba saja seekor kucing melompat dari belakang kami dan meraum kepada kami semua. Kucing ini sepertinya memang sedang kelaparan. Nando dengan spontan melemparkan tiga potong roti kepada kucing itu. Namun sepertinya kucing itu tidak tertarik dengan roti yang di lempar Nando. Selama hampir lima menit kucing itu meraum di depan kami. Akhirnya dia pergi dan berlari ke arah rumah Nyik Minah yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat kami memancing.  

"Kita pulang yuk, itu sepertinya kucing yang telah membunuh Nyik Minah." kata Upik 
"Tidak mungkin kucing memakan manusia." celah Nando 
"Yasudah Nan kalau begitu kami pulang duluan. Kami takut." Ucap Ela sambil mengajak Upik dan kawan-kawan lainnya pulang.  
"kamu mau ikut pulang Lan? " kata Nando padaku
"Tidak. Aku ingin melihat kucing-kucing itu." 
"Baiklah. Kalau begitu kami pamit. Kalian hati-hati." 
Setelah semuanya berpamitan tinggallah aku dan Nando berdua. Di bawah pohon kelapa dan menghadap ke arah rumah Nyik Minah. Sebenarnya kami berdua sangat ketakutan. Tapi rasa penasaran mendorong kami untuk bertahan disini.  

Kucing-kucing itu tidak mungkin memakan Nyik Minah. Mana mungkin orang sebaik Nyik Minah dihabisi oleh kucing-kucing yang ia beri makan setiap harinya. Apalagi Nuna si kucing putih gemuk itu sudah di rawat Nyik Minah dari kecil. Kata Nando meyakinkanku 
"Lalu kenapa Nyik Minah meninggal? 
"Mungkin karena sakit, terjatuh atau di bunuh."
"Siapa yang tega membunuh Nyik Minah? Lalu kenapa kakinya seperti di lahap binatang. 
Dengan langkah yang sedikit gemetar mengikuti Nando dari belakang dan berjalan menuju rumah Nyik Minah untum mengintai kucing-kucing itu. 

 Langit kian hitam burung-burung menampakkan wajah suramnya. Saat itu bintang tak setia menemani bulan. Langit tampak sunyi. Suara jangkrik mulai berlomba dengan deburan ombak di danau. Suasana kian suram. Saat jam sudah menunjukkan tengah malam. Terdengar suara piring bergesekan di dalam rumah Nyik Minah. Tapi kami tidak melihat seekor kucing pun seperti yang telah di katakan warga.  

Aku dan Nando semakin penasaran dan mengintip dapur yang ada di belakang rumah Nyik Minah. Kami melihat bayangan seekor kucing sedang tertidur di lantai dapur Nyik Minah. Dan ada bayangan manusia sedang berjalan menuju kamar mandi. Pikiranku mulai nelayang ke mendiang Nyik Minah.

 Mungkinkah itu arwah orang yang telah meninggal atau hanya halusinasi saja. Nando semakin penasaran dan yakin sekali bahwa bayangan yang Ia lihat tadi adalah manusia. Bukan arwah Nyik Minah. Aku berjalan di belakang Nando dan mengikuti langkah kakinya tanpa membuka mata. 

Betapa kagetnya kami saat Nando membuka pintu dapur Nyik Minah. Ternyata ada Pak Malin dan seekor kucing yang bernama Nuna di dalam rumah tersebut. 

"Eh kalian. Bocah bocah kecil. Mau apa kesini?" dengan wajah santai pak Malin berucap pada kami 
"Jadi dimana para kucing-kucing itu pak? Ucap Nando
"hahahaa, tidak ada kucing kelaparan. Yang ada hanya aku yang butuh kucing dan rumah ini untuk di jadikan tempat tinggal tetapku. Dia tidak mau memberikn rumah ini padaku maka dari itu aku bersepakat dengan kucing-kucing di jalanan setelah membunuh Nyik Minah aku akan membagikan sedikit dagingnya kepada mereka."

Seperti yang aku ketahui Nyij Minah dan pak Malin adalah kakak beradik yang jarang sekali akur. Dan si Nuna kucing malang yang telah di kambing hitamkan pak Malin kini terkulai layuh di dapur karena telah berhari-hari tidak di beri makan.

- Copyright © Gelas Kaca - Hatsune Miku - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -